Keinginan untuk tampil menarik bisa jadi merupakan sifat alamiah manusia.
SURABAYA POST - Ida Endang Dwi Rahayu tampak terampil mengulaskan alat make up di wajahnya yang masih terlihat ayu. Sesekali dia mendekatkan wajahnya ke kaca untuk mengecek riasannya. Tangannya terlihat terampil memoleskan satu demi satu alat make up dan warna-warna yang dipilihnya agar serasi dengan kebaya yang akan dikenakannya. Dia tahu betul bagian wajah mana yang harus ditonjolkan, dan bagian-bagian mana yang harus dikoreksi.
Istri salah satu kepala dinas ini memang selalu memerhatikan penampilannya. Terlebih malam itu, dia akan menghadiri salah satu acara untuk mendampingi sang suami. Keterampilannya berdandan, bukan didapat dengan begitu saja. Warga Gunung Sari ini bahkan rela menyediakan waktu khusus untuk kursus di salah satu lembaga pendidikan di Jakarta.
”Saya memang sempat kursus tiga tahun lalu saat di Jakarta. Selain karena memang hobi, menurut saya yang namanya perempuan memang harus bisa dandan,”ujarnya kemarin. Sebelumnya Ida mengaku gemar bersolek. Tapi waktu itu, dia hanya belajar dari melihat-lihat gaya artis di televisi dan majalah. Lama kelamaan karena seringnya dia diminta untuk tampil dalam kegiatan internal suaminya, Ida pun memutuskan untuk kursus. Dengan bekal dari kursus tersebut, dia memeroleh pelajaran yang lebih mendalam bagaimana merawat dan mempercantik diri.
Ternyata hasil kursusnya benar-benar membuahkan hasil. Saat tampil baik sendiri maupun mendampingi suami, dia kerap mendapat pujian. Selain mendapat pujian, pengeluaran keluarga bisa lebih hemat. Jika sebelumnya, tiap kali mendapat undangan, dia harus menghabiskan biaya hingga ratusan ribu untuk merias wajah dan rambutnya, sekarang tidak perlu lagi.
Selain untuk diri sendiri, kemahirannya berdandan pun akhirnya membawa buah manis untuk tambahan penghasilan. Setelah cukup mendalami kemampuannya, Ida kini tertarik membuka salon sendiri dengan modal puluhan juta. Bahkan dia sering dipercaya untuk merias pengantin. ”Dulunya kursus hanya untuk kebutuhan memerbaiki penampilan, sekarang bisa buka usaha salon dan menambah bisnis keluarga,” tambah ibu 3 anak ini.
Saat ini kemampuannya gencar ditularkan ke ibu-ibu Dharma Wanita dan karyawan perempuan tempat suaminya bertugas. Tidak jarang Ida juga mendatangkan demo kecantikan bekerja sama dengan salah satu merek kosmetik di pertemuan Dharma Wanita.
Ida Endang Dwi Rahayu tak sendiri. Ada sejumlah warga di Surabaya yang semula tertarik belajar kursus kecantikan untuk memerbaiki penampilan diri pada akhirnya tertarik banting setir merambah bisnis. Apalagi jika bakat dan peluang mendukung.
Tak heran banyak kursus kecantikan di Surabaya diminati warga seperti Rever Academy, Puspita Martha Tilaar hingga Pasific International Beauty Institute hingga kursus kecantikan “gurem” lainnya..
Sofi Riandini, pemilik Puspita Martha Surabaya menyatakan keinginan untuk memiliki penampilan menarik terutama untuk diri sendiri memang sedang menjadi tren sekitar dua-tiga tahun terakhir ini. ”Sekarang orang kursus kecantikan tidak lagi karena ingin buka salon. Tapi untuk menunjang penampilannya sendiri. Karena itu, akhirnya kami membuka kelas self image. Ini juga untuk mengakomodir keinginan siswa,” kata Sofi.
Umumnya peserta kelas ini merupakan wanita karir dan istri pejabat. Dengan mengikuti kursus ini mereka diajarkan make up sesuai dengan event dan waktu. Misalnya saja, make up untuk pesta. Meskipun sama-sama untuk pesta, antara pesta siang dan malam hari tentu berbeda.
Kursus ini dilakukan dalam lima kali pertemuan dengan tiga pelajaran utama yaitu make up sehari-hari, advanced dan perawatan. ”Umumnya mereka mengambil kelas di sore hari atau hari Sabtu. Selain individu, ada juga yang satu grup. Misalnya saja istri-istri dokter atau tentara,” tambahnya.
Pengajar sekolah kepribadian Natasa, Upi Thaib menambahkan banyaknya wanita karir atau mereka yang memiliki banyak kegiatan untuk mengikuti kursus kecantikan saat ini sudah menjadi tuntutan. ”Mereka kan selalu dituntut untuk tampil cantik, segar dan tampil perfect. Jadi mereka memang harus bisa melakukan semua itu sendiri,” kata Upi ketika dihubungi secara terpisah. Bahkan lebih dari itu, mereka tidak hanya kursus kecantikan tetapi juga kursus kepribadian.
Dengan memiliki kemampuan merias sendiri, menurutnya wanita tidak lagi harus direpotkan jika harus mendatangi beberapa acara sekaligus tapi tidak memiliki waktu untuk ke salon. ”Kalau mereka bisa dandan sendiri, setidaknya di rumah atau di mobil saja mereka bisa dandan. Tidak harus buang waktu ke salon. Di tempat kursus kami juga diajarkan bagaimana cara tampil menarik,” tambahnya.
Namun dia mengakui, istri pejabat atau pengusaha yang ikut kursus kecantikan lama-lama tertarik menggeluti bisnis kecantikan. Namun bisnisnya dijalankan orang kepercayaan, pemilik justru enggan tampil di permukaan. “Istilahnya mereka memilih di belakang layar saja sambil monitor. Banyak anak didik saya juga seperti itu,” katanya.
0 komentar
Posting Komentar